Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 20 April 2017 11:24 WIB

Habis Kalah Disidang, Ahok Sabar dan Ikhlas

Jakarta, HanTer— Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang ke-20 dugaan penodaan agama, yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Sidang kali inipembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Ahok.

Sebelumnya, Ali Mukartono, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok meminta jadwal pembacaan tuntutan terhadap Ahok ditunda karena belum selesainya penyusunan tuntutan.

Adapun sebelumnya Jaksa akan membacakan surat tuntutan kepada Ahok pada Selasa (11/4/2017).

Ikhlas

Ahok mengaku akan menerima apapun tuntutan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Makanya ini kan takdir hidup orang kan semua di tangan Tuhan. Saya besok akan jalani dengan sabar dan ikhlas, apapun yang dituntut oleh jaksa penuntut umum," katanya di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).

Sebelum sidang digelar, Ahok memastikan dirinya akan ke Balai Kota untuk menemui warga yang selalu menunggunya di Pendopo Balai Kota. "Pasti saya ke Balai Kota dulu. Kasihan orang-orang yang nunggu," kata Ahok.

 “Ahok dan tim hukumnya pasti siap melalui sampai ada putusan tetap dari pengadilan. Pemimpin sejati akan mempertanggungjawabkan semua tindakannya,” ujar salah satu pihak pelapor kasus itu dari Angkatan Muda Muhammadiyah, Pedri Kasman.

Anggota DPR RI Komisi III, Muslim Ayub menegaskan sedari awal tetap berkomitmen agar proses hukum kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok harus terus berjalan dan diawasi.

"Sedari awal kami sudah berkomitmen, kalah atau menangnya Ahok itu kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok, harus terus berjalan dan diawasi," ujar Muslim kepada Harian Terbit di Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Muslim menerangkan secara umum sudah diketahui, majelis hakim sudah menunda sidang penuntutan.

Polisi akan mengamankan sidang seperti yang dilakukan pada sidang-sidang sebelumnya. "Pengamanan sama saja, tidak ada yang beda," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan.

Harus Dikawal

Sementara itu Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab mengatakan tugas belum selesai meski berhasil mengantar Anies Baswedan yang selangkah lagi menjadi Gubernur DKI. Rizieq menegaskan, FPI memiliki visi Gubernur DKI Jakarta harus dipimpin oleh muslim.

Tugas selanjutnya, kata Rizieq, tetap mengawal persidangan Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus dugaan penistaan agama.

Rizieq meminta FPI maupun ormas lain tetap mengawal persidangan Ahok yang selanjutnya mengagendakan pembacaan tuntutan terhadap mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

"Bahwa penista agama harus kita kalahkan di pengadilan. Siap kalahkan penista agama?. Siap terus berjuang?" kata Rizieq yang lagi-lagi dijawab kesiapan pengikutnya.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Jaksa mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
Google News - harianterbit.com
free web stats