Di Publish Pada Tanggal : Senin, 17 April 2017 12:16 WIB

IPW Minta Densus 88 Bongkar Aksi Bom Mobil Cawang

Jakarta, HanTer - Indonesia Police Watch (IPW) meminta agar Polri untuk segera menurunkan Densus 88 untuk memburu pelaku dan pemilik "bom mobil" yang gagal meledak di Cawang Jakarta Timur, Minggu (16/4/2017) dinihari kemarin. Sebab hingga saat ini belum terlihat ada keseriusan dari jajaran Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus "bom mobil" tersebut.
 
"Aksi teror "bom mobil" yang gagal di Cawang itu dilakukan teroris dengan tingkat kesadisan yang luar biasa," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane di Jakarta, Senin (17/4/2017).
 
Menurut Neta, sadis luar biasa karena mobil tanpa plat nopol tersebut diisi dengan sejumlah jirigen berisi bensin, yang kemudian diduga dibakar dan dibiarkan berjalan menuju massa yang sedang melakukan pengajian. Beruntung manuver mobil tersebut berhasil digagalkan, jika tidak tentu akan banyak massa yang jadi korban.
 
"Densus 88 harus menyelidiki secara serius, apakah aksi teror ini dilakukan kelompok lama atau kelompok baru," tegasnya.
 
Neta menilai, jika mencermati aksi teror selama ini, kelompok lama tidak pernah melakukan teror dengan menggunakan mobil berisi jiregen bensin yang kemudian dibakar dan dibiarkan berjalan ke arah massa untuk diledakkan. Karena selama ini kelompok lama hanya menggunakan mobil untuk bom bunuh diri atau bom mobil seperti di Bali.
 
Bom mobil Cawang merupakan modus baru dalam sejarah terorisme di negeri ini. Sepertinya ada kelompok teror baru yang hendak menciptakan bom molotov raksasa di Cawang. Oleh karenanya Densus 88 harus memburu kelompok ini. Dikhawatirkan modus "bom mobil molotov raksasa" ini akan menjadi tren yang diikuti kelompok kelompok lain untuk membuat kekacauan di tengah tengah massa. 
 
"Densus 88 sebenarnya gampang untuk memburu pelaku dan pemilik mobil dengan cara melihat nomor chasis mobil tersebut. Karena pernah dilakukan Polri saat memburu pelaku Bom Bali I," jelasnya. 
 
Neta menegaskan, kasus bom mobil Cawang harus segera diungkap motifnya, apakah ingin membuat teror atau ingin memprovokasi umat Islam yang sedang melakukan pengajian. Sehingga sangat menyayangkan jika Polda Metro Jaya lamban mengungkap kasus ini karena dikhawatirkan modusnya bisa ditiru kelompok teror lain.
 
"Inilah yg perlu diantisipasi Polri agar kasus serupa tidak terulang," paparnya. 
 
Seperti diketahui tiba-tiba ada mobil yang meluncur dan terbakar didekat acara Tabliq Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab di Cawang, Minggu (16/4/2017). Beruntung aksi tersebut tidak sampai ke acara Tabliq Akbar sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

 

(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
Google News - harianterbit.com
free web stats