Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 17 Februari 2017 19:59 WIB

Anies-Sandi Harus Berinisiatif Kalahkan Ahok-Djarot Di Pilkada DKI Jakarta Putaran 2

Jakarta, HanTer - Ketua Presidium PRIMA (Perhimpunan Masyarakat Madani), Syaroni mengatakan, ada dua faktor masuknya pasangan Anis-Sandi dalam putaran 2 Pilkada DKI Jakarta. Pertama, Anies - Sandi memiliki target kampanye yang jelas yaitu ingin fokus meraih suara dari kelompok Islam. 
 
"Ini bisa dilihat dari simbol memakai peci dan jargon akan menutup prostitusi dan menghentikan reklamasi sebagaimana yang disuarakan oleh kelompok Islam," kata Syaroni dalam pesannya yang diterima Harian Terbit, Kamis (16/2/2017).
 
Faktor kedua, sambung Syaroni, Anies - Sandi terbantu oleh kurang cemerlangnya penampilan Agus - Sylvi dalam ajang debat. Padahal sebelum debat digelar, elektabilitas Agus - Sylvi melejit paling atas. Namun setelah debat, elektabilitasnya mulai menurun yang akhirnya disalip oleh Ahok -Djarot dan hanya berbeda tipis dengan Anies - Sandi. 
 
Sayang hingga debat ketiga, Agus belum mampu membalikkan keadaan. Akibatnya, pendukungnya, terutama yang dari garis Islam, menunjukkan ketidakpuasan sehingga mengalihkan dukungannya kepada Anies - Sandi, tidak heran perolehan suaranya bisa melejit hingga hampir menyamai perolehan Ahok - Djarot. 
 
Kemenangan Ahok -Djarot lebih disebabkan oleh solidnya para pendukung, mulai dari partai pengusung (PDIP, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem), pemilih dari etnis Tionghoa dan pemilih yang beragama Kristen. Kelompok ini adalah pendukung yang militan, sehingga meskipun digembur dengan isu SARA tidak terpengaruh sama sekali. 
 
"Tambahan dukungan lainnya didapat dari kelompok warga yang sudah merasakan keuntungan kebijakan Ahok seperti penerima program KJP, pasukan orange, marbot yang diumrohkan, dan lain-lain," ungkap Syaroni.
 
Menghadapi putaran 2, sambung Syaroni peluang Ahok - Djarot dan Anies - Sandi masih sama-sama kuat, selisih perolehan yang tidak begitu besar akan mengundang persaingan yang sangat ketat dalam putaran 2 Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar April mendatang. Oleh karenanya Ahok dan Anies dipastikan mencoba merangkul Agus dan partai-partai pendukungnya. 
 
"Tiga parpol diprediksi lebih berpeluang merapat ke Ahok yaitu PKB, PAN, dan PPP. Ketiganya adalah parpol pendukung Jokowi sehingga peluang merapat ke Ahok lebih besar dibanding ke Anies," ungkap Syaroni.
 
Partai Demokrat meskipun masih terbuka peluang merapat ke Anies, sambung Syaroni, namun juga tidak menutup kemungkinan untuk abstain. Tapi untuk merapat ke Ahok kecil sekali kemungkinannya karena masih terkendala oleh hubungan yang belum harmonis antara SBY dan Megawati. 
 
Memasuki putaran kedua, Agus lebih banyak menyisakan pendukung yang bergaris nasionalis, karena pemilih yang bergaris Islam sudah memindahkan dukungan ke Anies pada putaran pertama. Diprediksi pendukung Agus ini akan mengalihkan dukungannya kepada Ahok-Djarot dibanding ke Anis-Sandi dikarenakan adanya kesamaan platform politik.
 
"Kalau PKB, PAN, dan PPP benar-benar merapat ke Ahok, maka bisa diprediksi separoh lebih pendukung Agus akan memindahkan dukungannya kepada Ahok. Jika itu yang terjadi, maka kemenangan Ahok tinggal menunggu waktu saja," paparnya.
 
Untuk menggagalkan itu, lanjut Syaroni, maka Ani es harus lebih berani mengambil inisiatif, karena secara kalkulasi masih membutuhkan dukungan 11 persen lagi, sementara Ahok cuma 7 persen. Mestinya setelah Agus berpidato mengakui kekalahaannya, Anies langsung menemuinya untuk  menyatakan empati dan sekaligus mengajaknya bergabung.
 
"Sayang momentum itu terlewatkan, tapi mudah-mudahan ada momentum yang lebih bagus lagi untuk merajut koalisi. Namun kalau itu gagal dilakukan, maka kekalahan Anies sulit dihindarkan," pungkasnya. 

(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
Google News - harianterbit.com
free web stats