Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 11 Januari 2017 11:23 WIB

Hanya Berselang Satu Hari, Dua Mahasiswi Dibunuh Secara Tragis

Jakarta, HanTer - Hanya berselang satu hari,  dua mahasiswi tewas  dibunuh secara tragis. Sebelumnya mahasiswi Universitas Esa Unggul bernama Tri Ari Yani Puspo Arum, 22. Korban ditemukan bersimbah darah di kamar kosnya di Jalan Haji Asmat Ujung RT 008 / RW 011 Perumahan Kebon Jeruk Jakarta Barat pada Senin pagi (9/1) sekitar pukul 09.00.  

Sementara Murniati (20), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tewas dengan cara yang mengenaskan di kamarnya, Jalan Makmur, RT 03 RW 03, Pondok Rangon, Cipayung, Selasa (10/1) dini hari. Polisi dan kelurga menduga Murniati merupakan korban pembunuhan, sebab tidak ada satu barang pun yang hilang dalam peristiwa keji itu.

"Korban mahasiswi UMJ, diduga dibunuh," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana.

Dewi (46) bibi dari Muniati  mengaku masih tidak percaya jika keponakannya itu tewas dengan cara yang mengenaskan. "Saya menduga dia dibunuh, barang enggak ada yang diambil. Handphonenya masih ada, dalam keadaan di charger," kata Dewi saat ditemui di lokasi, Selasa (10/1).

Tak hanya HP, laptop milik korban yang tergeletak di atas meja pun masih tersimpan rapih. Bahkan, laptop masih dalam keadaan menyala saat keponakannya itu ditemukan sudah tidak bernyawa.

Muniarti ditemukan tewas oleh terangga rumahnya. Saat ditemukan, terdapat banyak luka di mayat korban.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan ada dugaan peristiwa pembunuhan ini dipicu motif cemburu. "Jadi intinya antara dua, bisa masalah cinta, cemburu, atau masalah lain-lain. Karena kesal," ujar Iriawan di depan gedung Kementan, Jl RM Harsono, Jaksel, Selasa (10/1/2017).

Iriawan mengatakan polisi terus melakukan penelusuran. Penyidik tengah mengusut siapa orang yang berhubungan intens dengan Murniati.

Puspo Arum

Sementara itu terkait kasus pembunuhan Puspo Arum, Polisi terus menyelidiki kasus  tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. Slah satunya Tuti (50),  tetangga korban dan yang turut menemukan korban dalam keadaan  sekarat berlumuran darah. Sayangnya nyawa korban gagal diselamatkan. Korban ditemukan di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar kosnya sendiri.

Tuti mengungkapkan, sebelum Yani ditemukan bersimbah darah, dirinya memang sempat mendengar suara keributan dari dalam kamar kos korban.  Karena curiga mendengar suara ribut-ribut di dalam kamar korban, seorang tukang yang sedang mengerjakan renovasi di rumah itu langsung melakukan pengecekan ke kamar kos korban.

Saat didatangi ternyata kamar kos korban sedang tidak dalam keadaan terkunci. Namun ia tidak jadi masuk ke dalam kamar untuk menengok. Di saat yang sama kekasih korban bernama Zaenal Abidin, 25, tiba di kamar kos korban dan langsung masuk ke dalam kamar itu. Tak lama Zaenal berteriak panik lantaran melihat korban sudah bersimbah darah terduduk di dalam kamar mandinya sendiri.

Aparat Polres Jakarta Barat yang langsung mendatangi lokasi kejadian begitu mendapat informasi adanya pembunuhan. Saat itu kamar korban sudah dalam kondisi acak-acakan.Diduga korban sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku di dalam kamar kos itu. 

Saat polisi mengidentifikasi jenasah sebelum dievakuasi ke kamar mayat RSCM, polisi menemukan lubang akibat luka tusuk pada leher dan punggung korban.  Untuk memastikannya jenasah Yani diotopsi di kamar mayat RSCM.

(Harian Terbit/Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
Google News - harianterbit.com
free web stats