Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 04 Januari 2017 06:17 WIB

Kemenkumham DKI Jakarta Menatap 2017 Jalani Program Reformasi Hukum

Jakarta, HanTer – Menatap tantangan ke depan merupakan ujian berat bagi setiap instansi, termasuk bagi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM DKI Jakarta, Endang Sudirman, dalam menyambut tahun baru 2017 pihaknya mengingatkan kepada semua jajaran untuk berinovasi terhadap kemajuan bangsa ini. 
 
"Intinya resolusi kita pada tahun 2017 adalah melaksanakan pengabdian dengan bekerja keras, lebih keras dan lebih keras lagi, bekerja cerdas dan ikhlas untuk tugas yang tuntas dalam menyukseskan “reformasi hukum dan e-government PASTI Nyata,” kata Endang di Kanwil Kumham DKI Jakarta, kemarin.
 
Dikatakan Endang, sejauh ini Kementerian Hukum dan HAM mempunyai peran strategis dibidang Hukum dan HAM, tentunya tidak bisa hanya bekerja yang biasa-biasa saja. Perlu energi ekstra, karena di tahun 2017 kita dituntut melaksanakan reformasi hukum dan ham dengan mengoptimalkan energi dan sumber daya yang ada dengan berbasis teknologi informasi.
 
"Tahun 2017 Kemenkumham semakin menitikberatkan pada beberapa point agar terciptanya reformasi hukum dan program e-goverment PASTI Nyata," tegasnya.
 
Sebelumnya, Endang mengatakan tahun 2016 adalah tahun penegakan hukum bagi Indonesia. Banyak sekali tantangan yang dihadapi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta sepanjang tahun. Di antaranya masalah kepadatan yang terjadi di Lapas akibat semakin meningkatnya jumlah warga binaan, serta kebijakan MEA dan bebas Visa bagi 169 negara, yang menuntut adanya pengawasan lebih terhadap warga asing yang datang ke Jakarta.
 
Bahkan dalam sebuah tajuk refleksi akhir tahun 2016, Endang mengungkapkan hingga menjelang akhir tahun 2016, total ada 15.825 orang warga binaan di seluruh Lapas yang ada di DKI Jakarta. Besarnya angka tersebut tidak sebanding dengan kapasitas ruang Lapas dan SDM petugas penjaganya. 
 
Upaya pemindahan 7000 warga binaan ke Lapas di luar Jakarta juga belum memberikan hasil sesuai harapan, karena di sepanjang tahun 2016 ini, jumlah warga binaan baru dari seluruh Lapas di Jakarta terus meningkat 50 orang per hari, sehingga menyebabkan peningkatan warga binaan sebanyak dua kali lipat dari jumlah yang sudah dipindahkan. 
 
“Masalah ini masih ditambah lagi dengan isu-isu negatif tentang peredaran narkoba dan juga pungli di dalam Lapas yang terus beredar, sehingga menuntut Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta untuk gencar melakukan pembersihan di dalam lembaga pemasyarakatan,” tambahnya.
 
 

(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
Google News - harianterbit.com
free web stats